Pada
tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengemas hasil praktikum praktikum
sebelumnya menjadi sebuah showreel yang
bisa digunakan sebagai portofolio.
2. Alat Adobe
After Effect CS 6
3. Bahan hasil praktikum-praktikum sebelumnya
1. Prak 1: Logo utama 3600
2. Prak 2: Hasil penambahan camera path, physical sky, area light, material
3. Prak 3: Secondary Assets dengan cloner dan helix path, Logo Movement,
F-curves
4. Prak 4: Camera Depth
5. Prak 5: Flare, Particles, vignette, chromatic aberratiion.
4. Dasar Teori
Showreel atau biasa disebut dengan
gulungan demo adalah potongan pendek dari rekaman video atau film yang
menampilkan aktor atau pekerjaan sebelumnya. Durasinya biasanya 2 sampai 3
menit, showreel biasa digunakan artis untuk mempromosikan ketrampilan, bakat,
dan pengalaman untuk casting
Selama produksi pada episode atau film hal
itu dlakukan memlaui proses yang disebut progression reel. Hal ini untuk
menunjukkan bagaimana film ini dikerjakan dari tahap satu sampai tahap final.
Kebanyakan dari mereka hanya menunjukkan perbedaan dari storyboard untuk acara
final, namun beberapa dari mereka menunjukkan berbagai jenis animasi yang
digunakan dalam proses pembuatan (misalnya layout dan animasi)
5. Tugas Praktikum Pada
animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, buatlah
progression reel-nya.
6. Hasil Praktikum Berikut adalah hasil progression reel dari praktikum-praktikum sebelumnya
7. Kesimpulan untuk praktikum kali ini berjalan dengan lancar
Pada
tahap ini, bertujuan untuk menambah detail dari animasi logo dari praktikum
sebelumnya. Dengan cara menambahkan flare dan particles. Kemudian menambahkan
lens effect seperti vignette dan chrome aberration
2. Alat Maxon Cinema 4D R17
Adobe After Effects CS6
Knoll Light Factory
Trapcode Particular
3. Bahan
4. Dasar Teori
Flare
Lens flare mengacu pada fenomena dimana cahaya tersebar atau berkobar dalam sistem lensa, sering dalam menanggapi cahaya terang, menghasilkan efek yang diinginkan pada gambar. Hal ini terjadi melalui mekanisme pembentukan citra yang tidak disengaja, seperti refleksi internal dan hamburan dari ketidaksempurnaan materi dalam lensa. Lensa dengan sejumlah besar unsur-unsur seperti membesarkan cenderung menunjukkan suar lensa yang lebih besar, karena mengandung beberapa permukaan di mana hamburan internal yang tidak diinginkan terjadi. Mekanisme ini berbeda dengan mekanisme pembentukan citra yang dituju, yang tergantung pada sinar dari pembiasan gambar itu sendiri.
optical flares plugin pemanis buat visual efek. Bagi seorang editor efek plugin ini tidak asing didengar karena optical flares adalah gimmick buat karya efeknya. Optical flares adalah salah satu plugin buatan andrew cramers videocopilot yang paling fenomenal dibandingkan plugin lainya karena dengan menambahkan efek ini bisa membuat efek yang biasa menjadi luar biasa. Optical flares adalah sebuah efek cahaya yang bisa diganti ganti warna dan tampilanya dan digunakan di software After Effect.
Particles
Satu Alat, ruang 3D tunggal, pada satu lapisan dengan kemungkinan tak terbatas. Ini adalah sebuah sistem partikel berfitur lengkap dengan pasukan, bidang, blur, DOF dan banyak lagi.
Vignette
Vignette adalah alat visual yang hebat untuk menambah kedalaman dan membawa fokus ke subjek Anda. Ada banyak cara untuk membuat Vignette di After Effects, hal itu menggunakan lapisan dengan terbalik (atau “dikurangkan”) lingkaran topeng, dan bulu-bulu topeng ditetapkan cukup tinggi (500px dalam kasus contoh ini)
Chrome
Aberration
Dalam optik, chromatic aberration (CA) disebut distorsi kromatik, dan spherochromatism, yaitu sebuah efek yang dihasilkan dari dispersi di mana ada kegagalan lensa untuk memfokuskan semua warna ke titik konvergensi yang sama. Hal ini terjadi karena lensa memiliki indeks bias yang berbeda untuk panjang gelombang cahaya yang berbeda. Indeks bias bahan transparan menurun dengan meningkatnya panjang gelombang dalam derajat yang unik untuk setiap.
chromatic aberration memanifestasikan dirinya sebagai "pinggiran" warna di sepanjang batas-batas yang memisahkan bagian gelap dan terang dari gambar, karena setiap warna dalam spektrum optik tidak dapat difokuskan pada titik umum tunggal. Karena panjang fokus f dari lensa tergantung pada indeks bias n, panjang gelombang cahaya yang berbeda akan difokuskan pada posisi yang berbeda.
5.Tugas
Praktikum
Pada animasi logo PENS yang sudah kalian buat
sebelumnya, lakukan hal berikut:
1. Tambahkan Flare
2. Tambahkan Particles
3. Tambahkan Vignette
4. Tambahkan Chrome Aberration
6.
Hasil Praktikum
Berikut adalah hasil praktikum
Menambahkan
flare menggunakan Knoll Light Factory
Menambahkan
particle menggunakan Trapcode Particular
Menambahkan
lens effect Vignette
Menambahkan
lens effect Chrome Aberration
8.
Kesimpulan alhamdulillah
di praktikum kali ini saya tidak mendapatkan kesulitan dan berjalan dengan
lancar.
Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk
ngincip dikit tentang Compositing menggunakan After Effects. Dimulai dengan
Render Setting di C4D kemudian dilanjut pada kegiatan compositing di AE.
2.
Alat
Maxon Cinema 4D R17
Adobe After Effects CS6
3.
Bahan
4.
Dasar Teori
Camera
Depth
Camera depth adalah salah satu
tools yanf digunakan untuk mengatur arah dan letak fokus dan kamera. Disini
terdapat dua keadaan dimana terdapat objek yang blur dan fokus.
Multi
Pass Rendering
Multipass rendering merupakan
salah satu tools yang digunakan untuk melakukan setting rendering yang terdapat
lebih daru satu efek yang dipakai dalam objek. Dan di bagian ini menggunakan
buffer yang lebih dari satu.
DOF
DOF adalah pengaturan letak fokus
dan blur yang berada pada ibjek. Sama halnya dengan teknik fotografi yaitu
bokeh.
Compositing
Compositing yaitu proses
menggabungkan bebrapa file audio, video ataupun still image untuk menjadi satu
kesatuan yang utuh.
5.
Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah
kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
Setting Camera DOF di C4D
Multi
Pass Rendering untuk logo, obyek sekunder, background, dan depth
Import
masing-masing image sequences ke AE.
Implementasi
DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur
6. Kesimpulan
Kesulitan yang saya alami pada
praktikum kali ini adalah pada manajemen file yang saya eksport. Karena setelah
di eksport ke dalam tiff maka akan ada beberapa file yang berbeda jenis yang
nantinya diimport ke adobe after effct. Disitu saya merasa kesulitan di
tutorial tahap ke 4. Solusinya saya cocokan sesuai dengan tutorial.
Prak 03 – Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves
1.
Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen
yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan
Movement. Pada praktikum ini, penambahan movement diperdetail dengan menggunakan
F-Curves.
2.
Alat
Adobe Illustrator CS6
Maxon Cinema 4D R17
Quick time
3. Bahan
Secondary asset
4.
Dasar Teori
fungsi
secondary Assets
secondary asset adalah
objek yang ada di dalam sebuah animasi selain objek utama. Biasanya dibedakan
dengan ukuran, warna, atau bentuk diantara keduanya. Secondary asset bisa
dikatakan objek tambahan digunakan untuk mendukung objek utama dalam sebuah
animasi, yang digunakan untuk melengkapi objek dalam animasi.
fungsi
F-Curves
F-curves merupakan grafik
movement atau pergerakan objek dari sebuah animasi. F-curves digunakan untuk
memperhalus gerakan di scene animasi dan mengatur kecepatan pergerakan animasi.
Misalnya ingin mempercepat atau memperlambat objeck pada detik ke 00.02 – 00.10
maka bisa menggunakan F-curves.
5.
Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian
buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
Tambahkan secondary Assets
Tambahkan kompleksitas gerakan
pada asset utama (logo)
Haluskan gerakannya menggunakan
F-Curves
6. Hasil Praktikum
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa
digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum :
Menambahkan secondary assets
menggunakan cloner dan helix path
Menambahkan kompleksitas
gerakan assets utama (logo)
Memperhalus gerakan menggunakan
F-Curves
8.
Kesimpulan
Masalah utama sampai saat
ini tetap, yaitu pada hardware yang digunakan. Masih belum memadai untuk
menggunakan software C4D dengan maksimal. Selain itu hal yang menjadi masalah
adalah pada saat mengatur secondary asset, yang tidak bisa dipindah objeknya,
dan waktu dipindah yaitu anchor pointnya. Dan solusinya yaitu dengan menekan
tool enable axis (shortcut L). Jika on maka iyang dipidah adalah anchor point,
jika off maka objek yang berpindah.